NORDIC-CIRCUS – Kerajaan Qin, yang berkuasa dari tahun 221 hingga 206 SM, merupakan dinasti pertama yang menyatukan China di bawah pemerintahan tunggal. Dinasti ini didirikan oleh Qin Shi Huang, dikenal sebagai Kaisar Pertama, yang berhasil menaklukkan negara-negara perang lainnya dan menyatukan China. Berikut adalah sejarah singkat mengenai asal-usul dan kejatuhan Kerajaan Qin, yang memainkan peran penting dalam pembentukan China modern.

Asal-usul Qin:
Kerajaan Qin berasal dari negara feodal Qin selama periode Negara-negara Berperang (475-221 SM). Negara ini terletak di barat daya China saat ini, yang merupakan wilayah Shaanxi dan Gansu modern. Terkenal karena administrasi dan disiplin militernya yang ketat, Qin berkembang menjadi salah satu kekuatan dominan di China kuno.

Penyatuan China:
Pada tahun 246 SM, Ying Zheng naik takhta di usia muda sebagai Raja Qin. Dibawah bimbingan Perdana Menterinya, Li Si, dan strategi militer dari Jenderal Bai Qi dan Wang Jian, Qin Shi Huang memulai kampanye militer agresif untuk menyatukan China. Melalui serangkaian penaklukan dan aneksasi yang berdarah, Qin mengalahkan enam negara besar lainnya, yaitu Han, Zhao, Yan, Wei, Chu, dan Qi, menyebabkan penyatuan China pada tahun 221 SM.

Reformasi dan Administrasi:
Setelah penyatuan, Qin Shi Huang memperkenalkan reformasi administratif yang meliputi pembagian China menjadi satuan-satuan administratif yang disebut commanderies dan counties yang dikontrol secara langsung oleh pemerintah pusat. Dia juga mengstandardisasi sistem penulisan, ukuran, mata uang, dan kereta perang untuk memfasilitasi integrasi dan kontrol atas negara yang baru disatukan.

Proyek Ambisius:
Dinasti Qin terkenal dengan proyek-proyek ambisiusnya seperti pembangunan Jalan Raya Besar, kanal-kanal untuk irigasi dan transportasi, serta awal pembangunan Tembok Besar China yang bertujuan untuk melindungi perbatasan negara dari serangan suku-suku nomaden di utara.

Kebijakan Otoriter dan Kejatuhan:
Kaisar Qin Shi Huang memimpin dengan tangan besi, menerapkan hukuman yang keras untuk pelanggaran dan mempromosikan filosofi Legalisme yang menekankan hukum yang ketat dan tatanan sosial. Pemberontakan terhadap kekuasaan Qin mulai berkobar setelah kematian Qin Shi Huang pada tahun 210 SM. Kerajaan tersebut tidak dapat mempertahankan kontrol atas wilayahnya yang luas dan pada tahun 206 SM, dinasti Qin runtuh, memberikan jalan bagi pendirian Dinasti Han.

Warisan Dinasti Qin:
Meskipun pemerintahannya berlangsung singkat, Kerajaan Qin memiliki dampak yang mendalam terhadap sejarah dan budaya China. Penyatuan wilayah dan standardisasi yang mereka lakukan menjadi dasar bagi negara China yang lebih besar dan lebih teratur, dan nama “Qin” (發音) diucapkan mirip dengan “China”, memberikan nama untuk negara China di banyak bahasa.

Kesimpulan:
Dinasti Qin, meskipun berumur pendek, merupakan tonggak sejarah penting dalam membentuk China sebagai negara yang bersatu. Dengan reformasi, proyek-proyek besar, dan pendekatan otoriter dalam pemerintahan, Dinasti Qin meletakkan dasar bagi China untuk berkembang sebagai salah satu peradaban terbesar di dunia.